MRT Cikarang-Balaraja Butuh Rp 160 T, Duitnya dari Mana?

Pekerja menyelesaikan proyek Stasiun MRT Jakarta Fase 2A CP201  Entance-1 Stasiun MRT Monas, Jakarta, Selasa, (21/3). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Pemerintah bakal melanjutkan proyek MRT fase III yang tersambung antara Balaraja hingga Cikarang (East West). Proyek ini terbagi dalam dua tahap besar.

Proyek MRT Fase III Balaraja-Cikarang bakal menyedot banyak biaya. Proyeksi awal, pembangunan proyek ini bakal memakan anggaran hingga ratusan triliun. Pemerintah serta operator pun terus memutar otak untuk bisa mendapatkan dana yang tidak sedikit.

“Berdasarkan kajian, sejauh ini dana yang https://apkmeja138.com/ diperlukan bagi proyek MRT East – West sekitar Rp 160 triliun dan diharapkan diperoleh melalui skema kerja sama pemerintah dan pihak swasta,” kata Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta (Perseroda), Ahmad Pratomo kepada CNBC Indonesia, Selasa (16/5/2023).

Sebelumnya, Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat memastikan proyek ini akan dimulai pada 2024 mendatang. Meski terlihat menggiurkan, namun perlu menunggu waktu cukup lama dalam menanti proyek MRT ini jadi hingga selesai.

“Proyek MRT Jakarta Fase 3 atau East-West Line dan Fase 4 ditarget mulai groundbreaking pada tahun 2024. Bentuknya bisa berarti penandatanganan persetujuan pendanaan pinjaman, jadi bukan berarti “peletakan batu pertama”,” kata Tuhiyat kepada CNBC Indonesia.

Ini berarti, pengerjaan fisik proyek pembangunan MRT Jakarta fase 3 dan 4, belum tentu bisa dilaksanakan tahun 2024. Sebab, Tuhiyat mengindikasikan, prosesnya masih cukup panjang. Apalagi, masyarakat masih harus bersabar menunggu jadinya pembangunan proyek ini setidaknya 8 tahun ke depan.

“Target selesai pada 2032,” sebutnya.

Proyek MRT Tahap pertama sepanjang 33,76 km yang menyambung dari timur ke barat dan ‘membelah’ bagian tengah kota Jakarta. Rutenya mulai dari Kembangan hingga Ujung Menteng.

Jika dirinci, stage 1 dari tahap pertama ini memiliki panjang 24,5 Km menghubungkan Tomang hingga Medan Satria. Total ada 21 stasiun yang dilewati, mulai dari Tomang di Km 39+137 sepanjang 1,477 m, lalu Grogol di Km 40+445 sepanjang 1,308 m, Roxy di Km 41+805 sepanjang 1,360 m.

Selanjutnya ada 18 stasiun lain yang tersambung di tahap pertama ini dan dibangun mulai 2024 mendatang. Ada 8 stasiun memiliki posisi di bawah tanah, yakni Roxy, Petojo, Cideng, Thamrin, Kebon Sirih, Kwitang, Senen hingga Galur.

Sementara itu, untuk stage kedua dari tahap kedua ini akan dibangun jaringan MRT Jakarta menghubungkan kawasan Kembangan hingga ke Tomang. Stasiun Kembangan ada di posisi awal di Km 29+900 sepanjang 1,540 m.

Stasiun kedua adalah Batu Mulia di posisi 31+800 sepanjang 1,900 m, Teknologi di Km 33+600 sepanjang 1,800 m, Kebon Jeruk di Km 35+500 sepanjang 1,900 m, Tanjung Duren di Km 36+700 sepanjang 1,200 m serta Arjuna Selatan di Km 37+660 sepanjang 960 m.

1. MRT Fase III Tahap I sepanjang 33,76 km

Stage II sepanjang 9,2 km

Kembangan
Batu Mulia
Teknologi
Kebon Jeruk
Tanjung Duren
Arjuna Selatan

Stage I sepanjang 24,5 km

Tomang
Grogol
Roxy
Petojo
Cideng
Thamrin
Kebon Sirih
Kwitang
Senen
Galur
Cempaka Baru
Sumur Batu
Pakulonan Barat
Pakulonan Timur
Perintis
Pulogadung
Penggilingan
Cakung Barat
Pulo Gebang
Ujung Menteng

2. MRT Fase III Tahap tahap II sepanjang 50,3 km

A. Lintas Barat (Banten) sepanjang 29,9 km

Balaraja
Cibadak
Pasir Gadung
Otonom
Bunder
Kadu
Bencongan
Danau Ranau
Kelapa Dua
Kebon Nanas
Panunggangan
Kunciran
Hasyim Asy’ari
Karang Tengah

B. Lintas Timur (Bekasi) sepanjang 20,43 km

Medan Satria
Kaliabang
Harapan Baru
Karang Satria
Sumber Jaya
Wanajaya
Cibitung
Cikarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*