Mayat ABG Berhelm Korban Tawuran di Secang Magelang, Ini Pengakuan Pelaku

Magelang – Polresta Magelang akhirnya menangkap empat pelaku buntut penemuan mayat DP (15) di pinggir Jalan Raya Payaman-Windusari, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Salah satu tersangka mengakui sebelum melakukan tawuran sempat minum-minuman keras dan menelan pil sapi atau yarindo.
Pengakuan tersebut disampaikan tersangka PA (20), warga Magersari, Kota Magelang yang dihadirkan di hadapan awak media saat konferensi pers di Polresta Magelang, Kamis (8/2/2024).

Tersangka PA ini juga tidak mengetahui kesepakatan yang telah dibuat dalam tantangan tawuran tersebut, Senin (5/2), sekitar pukul 23.30 WIB. Di mana kesepakatan menggunakan gesper atau sabuk, sedangkan ia membawa sebilah celurit.

“(kesepatan tawuran) Nggak dikasih tahu. Nggak tahu, cuman diajak,” kata tersangka PA yang masih sekolah kejar paket B atau setingkat SMP kepada wartawan, Kamis (8/2/2024).

“(sebelum tawuran) Minum-minuman keras, (telan) pil sapi. Itu dikasih, mabuk ciu,” lanjutnya.

PA menuturkan, ayahnya telah meninggal dunia. Kemudian, ia tinggal bersama ibu dan neneknya.

“Bapak sudah nggak ada (meninggal dunia), ibu di rumah jualan. Sekolah (dibiayai) Mbah sama Ibu,” kata dia.

Selain tersangka PA, Polresta Magelang juga melakukan penahanan terhadap tiga pelaku lainnya yang masih di bawah umur. Ketiganya berinisial RH (16), warga Kota Magelang; MD (15) dan RL (15), keduanya warga Kabupaten Magelang. Petugas pun mengamankan sejumlah barang bukti.

“Barang bukti yang berhasil diamankan ada sepeda motor Honda Beat, kemudian celurit, dua sabuk atau gesper yang digunakan oleh pelaku. Kemudian jaket warna orange yang digunakan pelaku, jaket warna hijau milik korban, sarung dan celana pendek milik korban,” kata Kapolresta Magelang Kombes Mustofa.

“Untuk pelaku, kita jerat pasal 80 ayat 3 UU No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp 3 miliar,” pungkasnya.

DP, yang mayatnya ditemukan masih mengenakan helm mengalami tiga luka diduga karena benda tajam. Luka di bagian kaki dan dua luka di tungkai atas.

“Tiga luka ini lah menjadi penyebab utama pendarahan yang hebat sehingga korban meninggal dunia. Luka di kaki ada satu, bagian tungkai atas ada dua,” sambung Kasat Reskrim Polresta Magelang Kompol Constantien Baba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*